Mengapa Pesepakbola Lebih Beresiko Terkena Gigi Berlubang?

Ronaldinho absen dalam laga Derbi Milan akibat sakit gigi

Meski kerap menjalani pola hidup sehat, bukan berarti para pemain sepakbola otomatis bebas dari ancaman penyakit. Salah satu penyakit yang kerap mengancam karir mereka yaitu sakit gigi. Memang sangat sepele terdengarnya, namun realitanya banyak pemain bola yang harus kehilangan kesempatan bermain akibat sakit gigi.

Ronaldinho, pemain dengan ciri khas gigi yang menawan

Ronaldinho, pemain dengan ciri khas gigi yang menawan

Seperti yang terjadi pada legenda sepakbola Brasil, Ronaldinho. Sang pemain yang berhasil menorehkan tinta emas dalam industri sepakbola Eropa, Amerika Selatan dan bahkan di seluruh dunia. Ronaldinho kerap memiliki karakteristik pada wajahnya, khususnya pada bagian gigi Ronaldinho. Pemain ini memiliki bentuk susunan gigi yang unik.

Pemain yang sempat merumput di Paris Saint-Germain, Barcelona serta AC Milan tersebut memang terkenal sebagai pemain dengan gigi tonggos. Meski begitu sang pemain tidak pernah mempermasalahkan soal bentuk gigi yang menjadi trademark pemain kelahiran Porto Alegre, Rio Grande do Sul, Brasil tersebut.

Namun sang pemain mengakui punya pengalaman unik tentang giginya tersebut. Bukan tentang ejekan dari orang lain, melainkan Ronaldinho pernah mengalami sakit gigi. Memang terdengar biasa saja, namun apa yang akan terjadi jika sang pemain mengalami hanya kurang dari 24 jam sebelum memainkan laga krusial kala itu.

Ronaldinho Terpaksa Absen Akibat Sakit Gigi

Pertandingan derby Milan akan digelar hanya kurang dari 24 jam. Kala itu Il Rossoneri berstatus sebagai tim tamu telah tiba di markas Inter Milan, Stadion Giuseppe Meazza. Namun begitu tengah melakukan persiapan jelang laga Derbi della Madonnina, Milan harus menerima kabar tidak menyenangkan.

Ronaldinho absen dalam laga Derbi Milan akibat sakit gigi

Ronaldinho absen dalam laga Derbi Milan akibat sakit gigi

Salah satu playmaker andalan mereka, Ronadinho terpaksa dibawa ke dokter akibat sakit gigi yang menimpanya. Ronaldinho yang kala itu menggunakan nomor punggung 80 merasakan sakit gigi yang luar biasa. Masalah tidak berhenti sampai disitu saja. Dokter pun dihadapkan kepada dua pilihan yang sangat sulit ketika melakukan penanggulangan sakit gigi tersebut.

Bagaimana tidak, ada tiga kemungkinan yang bisa terjadi ketika itu. Yang pertama yaitu prosedur dilakukan secara normal, dengan resiko sang pemain akan mengalami sakit yang luar biasa. Lalu yang kedua memilih untuk memberikan obat pereda rasa sakit, namun dengan resiko Ronaldinho tidak bisa bermain akibat terkontaminasi zat obat-obatan.

Mengingat laga ini sangat penting, sosok yang menjadi mentor Lionel Messi ketika di Barcelona tersebut pun terpaksa melakukan prosedur yang pertama. Alhasil Ronaldinho pun terpaksa absen dalam laga Derbi della Madonnina tersebut. Beruntung laga hanya berakhir imbang, sehingga rasa bersalah Ronaldinho karena absen berkurang.

Penyebab Gigi Berlubang Pada Pemain Sepakbola

Lubang pada gigi adalah kerusakan pada gigi, awal mulanya akibat insiden atau apapun yang dapat merusak lapisan luar gigi atau email. Setelah beberapa waktu, partikel makanan akan lebih mudah menempel ketika lapisan enamel sudah tidak ada yang kemudian datanglah asam dan bakteri. Akibatnya bisa ditebak, gigi secara perlahan terkikis dan membentuk lubang gigi.

Ronaldiho memiliki kenangan buruk soal sakit gigi

Ronaldiho memiliki kenangan buruk soal sakit gigi

Nah, ketika kerusakan gigi sudah menembus vulva maka akan dengan mudah menyebabkan pembusukan oleh peran serta bakteri, kotoran sisa makanan, dan asam. Disinilah yang akhirnya menyebabkan kerusakan saraf, yang menyebabkan rasa yang sangat nyeri pada gigi berlubang saraf nyeri, iritasi, dan pembengkakan.

Ketika kerusakan gigi semakin parah dan tidak ditangani, maka akan muncul nanah akibat reaksi dari sistem kekebalan tubuh Anda yang mencoba untuk melawan pembusukan dan infeksi bakteri. Hal ini adalah abses, dimana ketika jaringan vulva gigi sudah mati dibawah akar gigi. Inilah mengapa kebanyakan orang yang sedang sakit gigi kerap merasa meriang.

Lalu mengapa pemain bola lebih rentan terhadap ancaman sakit gigi? Bisa dibilang itu karena minuman energi yang mereka konsumsi. Kita semua telah mengetahui bahwa minuman berenergi mengandung banyak sekali kandungan gula. Jika tidak diimbangi dengan pola makan dan hidup yang sehat, tentu saja hal tersebut akan merusak gigi pemain sepakbola.

Ribery Absen Akibat Tumbuh Gigi Bungsu

Ribery pernah mengalami sakit akibat tumbugnya gig bungsu

Meski memiliki tubuh dan pola hidup yang sehat, bukan berarti para pemain sepakbola bisa terbebas dari semua penyakit. Salah satu penyakit yang kerap kali menyerang pemain sepakbola adalah serangan ngilu pada gigi. Sudah banyak contohnya  pemain kelas dunia yang menyerah pada sakit akibat sakit gigi.

Ribery pernah melewatkan laga karena nyeri gigi

Ribery pernah melewatkan laga karena nyeri gigi

Salah satu pemain yang pernah mengalami kenangan buruk dengan sakit gigi yaitu Frank Ribery. Playmaker Bayern Munchen ini pernah merasakan sakit yang tidak tertahankan pada giginya. Setelah diperiksa oleh dokter gigi, ternyata rasa nyeri tersebut bukanlah sakit gigi biasa. Melainkan akibat tumbuhnya gigi bungsu yang dialami Ribery.

Apakah gigi bungsu itu sendiri dan bisakah orang dewasa masih bisa tumbuh gigi? Apakah berbahaya bagi orang yang mengalami pertumbuhan gigi bungsu? Sebenarnya hal ini sudah umum terjadi di masyarakat. Hanya  saja masih banyak yang salah kaprah. Masih banyak yang menganggap nyeri tumbuh gigi bungsu tersebut adalah sakit gigi biasa.

Apakah Sebenarnya Gigi Bungsu Itu?

Gigi bungsu biasa juga disebut gigi molar ketiga. Gigi bungsu ini biasa tumbuh dalam rentang umur 17-24 tahun. Jika gigi ini tumbuh miring maka muncul gejala bengkak, nyeri terlebih jika gigi ini menusuk gusi, sangat menyiksa. Gigi bungsu akan tumbuh pada bagian rahang yaitu kanan atas belakang, kiri atas belakang, kanan bawah belakang, dan kiri bawah belakang.

Ribery pernah mengalami sakit akibat tumbugnya gig bungsu

Ribery pernah mengalami sakit akibat tumbugnya gig bungsu

Pertumbuhan gigi ini bersifat alamiah dan tergantung benih giginya. Jika memang benih gigi anda bagus, maka anda beruntung gigi bungsu anda akan tumbuh lurus. Maka saat gigi ini tumbuh berpotensi sangat besar untuk sakit. Tidak ada cara mencegah gigi bungsu ini untuk tidak tumbuh miring.

Gigi bungsu pertama Anda biasanya akan muncul saat Anda berusia 6 tahun, sedangkan gigi bungsu ke dua muncul saat Anda berumur 12 tahun. Gigi geraham Anda yang terakhir ini atau biasa yang disebut dengan gigi bungsu sebenarnya tumbuh pada saat Anda berusia sekitar 10 tahun. Namun bukan berarti orang dewasa dan sorang atlet seperti Ribery tidak akan mengalami.

Karena bentuk rahang manusia yang berbeda-beda, hal ini yang menyebabkan pertumbuhan gigi bungsu setiap orang berbeda. Gigi bungsu ini sering terhalang oleh gigi geraham lain yang sudah muncul jika rahang Anda tidak memiliki ruang yang cukup untuk gigi bungsu. Inilah yang membuat gusi kita terasa sakit luar biasa.

Cara Mengatasi Sakit Saat Tumbuh Gigi Bungsu

Cara mengatasi nyeri akibat tumbuh gigi bungsu

Cara mengatasi nyeri akibat tumbuh gigi bungsu

Jika kita meras nyeri akibat tumbuh gigi bungsu, kita bisa mengatasinya  dengan meminum obat analgetik atau pereda nyeri. Asam mefenamat atau mefinal adalah contoh obat yang biasa digunakan. Selain efek nyeri, gigi bungsu yang tumbuh miring ini dapat mempengaruhi susunan gigi lainnya yang tumbuh lebih dulu.

Jika pertumbuhan gigi bungsu ini tidak pada tempatnya dan berbahaya bagi gigi/gusi, maka harus dicabut. Prosedur pencabutan gigi bungsu ini biasa disebut operasi odontektomi. Operasi ini haruslah ditangani oleh dokter spesialis bedah mulut. Sebelumnya Anda akan melakukan foto rontgen panoramic gigi untuk melihat kemiringan gigi.

Tidak semua orang akan mengalami tumbuhnya gigi bungsu ini. Sakit akibat tumbuh gigi bungsu tidak hanya saat tumbuh. Bahkan di kisaran umur 40 tahun seseorang bisa mengalami sakit akibat gigi bungsu ini. Dan jika gigi bungsu ini muncul pada wanita hamil, maka tidak boleh dicabut. Yang paling aman adalah diberi analgesik dengan jenis dan dosis yang tepat untuk wanita hamil.

Sakit Gigi Hampir Korbankan Impian Gerrard

Sakit gigi, Gerrard hampir batal tampil

Sakit gigi merupakan penyakit yang tampaknya terlihat sepele. Namun jangan salah, meskipun terlihat sepele, ternyata sakit gigi bisa menghancurkan segalanya. Seperti yang dialami legenda Liverpool, Steven Gerrard. Mantan kapten The Reds tersebut memiliki pengalaman yang kurang menyenangkan terkait dengan sakit gigi.

Gerrard memiliki pengalaman buruk tentang sakit gigi

Gerrard memiliki pengalaman buruk tentang sakit gigi

Pengalaman buruk Gerrard dengan sakit gigi terjadi ketika Liverpool dijadwalkan menghadapi Chelsea di babak semifinal Liga Champions musim 2004-2005. Mantan kapten Liverpool tersebut dibuat bingung oleh sang dokter yang menjadwalkan pembersihan rutin giginya berbarengan dengan laga semifinal kontra Chelsea.

Beruntung prosedur pengobatan tersebut dilakukan pada pagi hari. Hal ini tentu saja membuat Stevie G memungkinkan untuk mengikuti laga semifinal tersebut. Biarpun begitu, pihak klub sempat dibuat was-was apabila sang kapten tidak bisa ikut bermain. Namun akhirnya Gerrard bisa bergabung dalam laga kontra Chelsea tersebut.

Jadwal Bentrok Pengobatan Gigi dan Pertandingan

Steven Gerrard menjalani operasi gigi darurat hanya beberapa jam sebelum semifinal Liga Champions semalam, menurut laporan. Kapten Liverpool, yang masih bermain imbang 0-0 di Chelsea, diduga telah menjalani operasi untuk mengeluarkan abses mulut di sebuah rumah sakit gigi London kemarin pagi.

Sakit gigi, Gerrard hampir batal tampil

Sakit gigi, Gerrard hampir batal tampil

Media di Liverpool menyebutkan bahwa Gerrard telah menderita rasa sakit yang luar biasa pada giginya. Terutama saat Kapten Liverpool ini terbangun dalam penderitaan pada dini hari kemarin. Akhirnya sang pemain pun memutuskan untuk berobat ke dokter gigi. Mewakili klub, juru bicara Liverpool, Ian Cotton mengatakan:

“Stevie terbangun dengan sakit gigi pada dini hari Rabu pagi dan setelah berbicara dengan dokter klub Mark Waller diberi obat yang membuatnya bisa tidur meski sampai jam 9 pagi. Setelah sarapan pagi, Stevie menemani dokter tersebut ke dokter gigi setempat di mana dia menjalani prosedur gigi minor.”

“Beruntung prosedur pengobatan gigi tersebut berlangsung tidak lebih dari 20 menit. Sang dokter pun mengobati abses yang terdapat pada gigi Gerrard. Puji Tuhan, sang pemain telah bergabung kembali dengan rekan satu timnya untuk makan siang di hotel tim.” lanjut Ian Cotton.

Gigi Yang Buruk Akan Pengaruhi Prestasi Pemain

Empat dari 10 pemain profesional memiliki rongga gigi, sementara 77% memiliki penyakit gusi. Yang lainnya menderita infeksi terus-menerus, dan banyak yang menderita sakit gigi secara teratur, menurut penelitian yang dipublikasikan di British Journal of Sports Medicine.

qPemain liga inggris banyak yang menderita sakit gigi

Tingkat kesehatan gigi yang mengejutkan sangat mengganggu kinerja dan kesejahteraan pemain sepak bola, kata para ahli. Kesehatan gigi pesepakbola juga nampaknya lebih buruk daripada populasi umum, meski tidak jelas mengapa.

Banyak minuman olahraga beberapa kali seminggu, meski bukti “tidak jelas” apakah ini salah penyebabnya. Penelitian tersebut melibatkan 187 pemain sepak bola dari delapan klub – Hull, Manchester United, Southampton, Swansea City, West Ham, Brighton dan Hove Albion, Cardiff dan Sheffield United.

Dokter gigi memeriksa kesehatan gigi dan gusi para pemain dan masing-masing ditanyai tentang dampak kesehatan gigi terhadap kehidupan pribadi dan profesional mereka. Periset menemukan 37% pesepak bola memiliki setidaknya satu gigi yang terkena peluruhan sementara 77% membutuhkan tambalan, dengan beberapa membutuhkan lebih dari lima.

Para periset mengatakan beberapa hal berkontribusi terhadap kesehatan gigi yang buruk, termasuk makanan dan minuman dan seberapa banyak penekanan diberikan pada kesehatan mulut di sepakbola. Beberapa tim memiliki gigi yang lebih buruk daripada yang lain, yang menunjukkan ada peran untuk mencegah kerusakan gigi dan memperkenalkan skrining formal di klub, kata mereka.

Studi tersebut tidak mengungkapkan pemain klub mana yang memiliki gigi terbaik dan terburuk. Mereka menulis: “Beberapa tim mengintegrasikan promosi kesehatan secara oral ke dalam perawatan medis secara keseluruhan, dan oleh karena itu kurangnya dukungan dan penguatan berkelanjutan dari area kesehatan ini untuk para atlet.”

“Kesehatan lalim pemain profesional itu buruk, dan ini berdampak pada kesejahteraan dan kinerja. Strategi sukses untuk mempromosikan kesehatan mulut di dalam sepakbola profesional sangat dibutuhkan. Lebih jauh lagi, penelitian ini memberikan bukti kuat untuk mendukung skrining kesehatan mulut di dalam sepakbola profesional. “